Powered by Blogger.

Monday, April 15, 2013

Laporan Biologi "Jaringan Hewan dan Tumbuhan"


LAPORAN BIOLOGI
ACARA 2
MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN




NAMA            : ALFIAH ISLAMIAH
NIM                : 120210101019
KELAS           : BIOLOGI DASAR B




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN AJARAN 2012/2013
I.            JUDUL : Mempelajari Jaringan Pada Hewan Dan Tumbuhan

II.            TUJUAN :
1.      Mengetahui jaringan penyusun pada hewan
2.      mengetahui jaringan penyusun pada tumbuhan

III.            DASAR TEORI:
A.    Jaringan
Tubuh makhluk hidup bersel banyak (multiseluler) tersusun dari sel-sel yang bentuk dan fungsinya beraneka ragam. Sel-sel penyusun tubuh suatu makhluk hidup tidak selalu sama atau serupa. Beberapa sel yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan. Dibawah ini akan dijelaskan jenis jaringan pada hewan dan jenis jaringan pada tumbuhan.
1.      Jaringan pada Hewan
Pada hewan terdapat 4 jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. (Waluyo, 2010: 38)
a.      Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh, organ tubuh ,rongga tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.
Jaringan epitel mempunyai fungsi utama berikut ini:
1.      Menutupi dan melapisi permukaan (misal kulit)
2.      Absorpsi(misal usus)
3.      Sekresi(misal sel epitel kelenjar)
4.      Sensoris(misal neuroepitel)
5.      Kontraktil(misal sel mioepitel)
(Junqueira dan Carneiro. 1987:62)
Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi :
a.       Epitel pipih berlapis tunggal
Antara lain terdapat pada pembuluh darah, pembuluh limfa, selaput bagian dalam telinga, kapsula glomerulus pada ginjal. Fungsinya terkait dengan proses difusi dan filtrasi atau penyaringan.
b.      Epitel pipih berlapis banyak
Misalnya jaringan yang melapisi rongga mulut, epidermis, esofagus, vagina, rongga hidung. Fungsinya terkait dengan proteksi atau perlindungan.
c.       Epitel kubus berlapis tunggal
Misalnya sel epitel yang melapisi permukaan dalam lensa mata, permukaan ovary atau indung telur, saluran nefron ginjal.
d.      Epitel Kubus Berlapis banyak
Misalnya, epitel yang membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.
e.       Epitel Silindris Berlapis Tunggal
Misalnya, jaringan yang melapisi permukaan dalam lambung, jonjot usus, kelenjar pencernaan, saluran pernapasan bagian atas. Fungsinya berhubungan dengan sekresi, adsorbsi dan proteksi.
f.       Epitel Silindris Berlapis Banyak
Terdapat pada saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu, uretra serta permukaan alat tubuh yang basah.
g.      Epitel Silindris Berlapis Banyak Semu (EpitelSilindrisBersilia)
Terdapat pada saluran ekskresi besar, saluran reproduksi jantan, saluran pernapasan. Fungsi berhubungan dengan proteksi atau perlindungan, sekresi dan gerakan zat yang melewati permukaan.
h.      Epitel Transisional
Merupakan epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringan menggelembung, bentuknya berubah. Biasanya membrane dasarnya tidak jelas.
(haryono, 2009: 3-5)

b.      Jaringan Pengikat
Berbeda dengan jaringan epitel, jaringan pengikat terdiri atas serabut sebagai substansi dasar, sel-sel dan beberapa cairan ekstraselular (disebut matriks).
Jaringan ikat mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.       Melekatkan suatu jaringan ke jaringan yang lain
b.      Menyalut sebagai saluran dan rongga
c.       Menyalurkan dan mengangkut bahan dari suatu jaringan
d.      Mengisi rongga dan celah
e.       Menghasilkan bahan penangkal(imunitas)
f.       Menunjang alat dan tubuh
g.      Pelindung alat lunak
h.      Cadangan air, elektrolit mineral dan energi
(Waluyo, 2010: 46)
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi :
a.       Jaringan ikat longgar
Memiliki ciri sel-selnya jarang dan sebagian tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen elastic. Terdapat disebagian besar tubuh terutama sekitar organ, pembungkus pembuluh darah dan saraf.Termasuk jaringan ini adalah, fibroblast, sel plasma, makrofag dan berbagai sel darah putih.
b.      Jaringan ikat padat
Sering disebut jaringan pengikat serabut putih karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini bersifat fleksibel tetapi tidak elastic. Fungsi jaringan ini adalah menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang dan tulang dengan tulang.Terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot atau fasia, ligament dan tendon. Fasia adalah jaringan pengikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.
c.       Jaringan lemak
Jaringan lemak terdiri atas sel-sel lemak, berbentuk bulat atau polygonal
dan dinding selnya tipis. Sel-selnya kaya rongga sel yang terisi tetes
minyak. Jaringan ini terdapat di seluruh tubuh.
Fungsi dari jaringan lemak antara lain:
1.      menyimpan lemak
2.      menyimpan cadangan makanan
3.      mencegah dan melindungi hilangnya panas secara berlebihan.     
d.      Jaringan rawan
Jaringan rawan (cartilago), zat interseluler padat dan keras disebut matriks. Sel-selnya disebut condrochyte, yang terletak di dalam rongga-rongga disebut lacunae. Daerah yang tepat berada di luar lacunae disebut capsule. Rawan merupakan jaringan yang memperkuat tubuh. (Parjatmo. 1999: 32)
e.       Tulang
Terdiri atas sel-sel tulang atau osteon yang tersimpandalam matriks. Matriksnya tersusun atas zat perekat kolagen dan endapan garam mineral terutama garam dapur atau kalsium. Makin bertambah usia hewan atau manusia kadar zat perekat kolagen makin rendah sedangkan kadar zat kapurnya meningkat sehingga tulang semakin keras dan kuat. Proses ini disebut kalsifikasi atau pengapuran. (Haryono. 2009: 7)
f.       Jaringan darah
Jaringan darah mempunyai sifat dan ciri fisik yang berbeda dengan
jaringan lainnya. Jaringan ini berupa cairan dengan komponen
utama :
a.       Sel-sel darah atau bagian padat dari darah. Terdiri dari sel-sel
darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit).
b.      Keeping-keping darah atau trombosit
c.       Cairan darah atau plasma darah yang memiliki komponen utama
air. (Haryono. 2009: 8)
c.       Jaringan Otot
Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot, yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif. (Campbell 2000, 265)
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut miofibril. Adanya miofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu:
1.      otot lurik
Nama lain otot lurik adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras (Anonim 2010).
2.      otot polos
Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini tidak memilki penampang berlurik, ditemukan dalam dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya. Sel-sel itu berbentuk gelendon. Otot polos berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam waktu yang lebih lama. Dikontrol oleh jaringan saraf yang berbeda dari saraf yang mengontrol oto rangka, otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar , seperti gerakan lambung atau penyempitan arteri (Campbell 2000, 9).
3.      otot jantung
Otot jantung adalah unik karena menunjukkan beberapa fitur dari otot rangka dan beberapa fitur dari otot polos. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Otot jantung mirip dengan otot rangka dalam bahwa lurik dan multinucleate, dan mirip dengan otot polos dalam inti atom adalah pusat terletak dan banyak sel diperlukan untuk rentang panjang otot. Ini berbeda dari kedua otot rangka dan otot polos (Anonim 2010).
d.      Jaringan Saraf
Jaringan syaraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel saraf terdiri
atas badan sel yang memiliki banyak cabang.cabang-cabang inilah
yang menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang
lainnya sehingga terbentuk jaringan syaraf.
Ada tiga macam sel syaraf :
a.       Sel syaraf motorik
b.      Sel syaraf sensorik
c.       Sel syaraf penghubung
Jaringan syaraf terdapat di otak, sumsum tulang belakang dan di urat
syaraf. Sel syaraf mempunyai kemampuan iritabilitas (kemampuan sel
saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan) dan
konduktivitas (kemampuan jaringan saraf membawa impuls-impuls
saraf atau pesan). (Haryono. 2009:6)

2.      Jaringan pada Tumbuhan
Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam jaringan dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan.

Berdasarkan umurnya, Jaringan tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 macam :
1. Jaringan muda
Jaringan muda adalah jaringan yang bisa membelah diri dan berkembang menjadi bermacam-macam jaringan. Karena sifatnya ini jaringan muda disebut jaringan meristem. (Waluyo, et al. 2013:7)
Berdasarkan asal terbentuknya, Jaringan meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
1.      Meristem Primer
Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem primer terdapat pada ujung batang dan ujung akar. Pertumbuhan primer memungkinkan akar dan batang bertambah panjang. Dengan demikian tumbuhan bertambah tinggi.
2.      Meristem Sekunder
Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan permanen yang telah mengalami deferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi menjadi embrional kembali. Contoh meristem sekunder adalah kambium gabus yang terbentuk dari parenkim dan kolenkim. (Waluyo. 2010:67)
Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu:
1.      Meristem apical
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu  menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
2.      Meristem interkalar
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel  meristem  interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
3.      Meristem lateral.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya  akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
2. Jaringan dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1.      Jaringan Epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya.
2.      Jaringan Parenkim
Jaringan Parenkim atau sering pula disebut jaringan dasar (“ground tissue”), merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis. Walaupun struktur morfologi dan fisiologinya bermacam-macam kan tetapi pada umumnya dapat dinyatakan bahwa parenkim memiliki sifat-sifat yang sama.( Sutrian. 1992:123) 
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1.      Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
2.      Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3.      Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4.      Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
3. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
1.      Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
2.      Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu
1.      Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
2.      Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup  disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem. (Utomo. 1999: 4-5)

IV.            METODOLOGI PENELITIAN :
A.    Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Mikroskop
2.      Bahan
a.       Preparat awetan jaringan ikat dan otot (jaringan hewan)
b.      Preparat awetan penampang melintang akar, batang, dan daun (jaringan tumbuhan)

B.     Cara Kerja
1.      Pengamatan Jaringan Hewan
Preparat diamati di bawah mikroskop
                                                                                                                               
Bagian preparat yang terlihat digambar dan diberi keterangan


Struktur/bentuk sel diamati




2.      Pengamatan Jaringan Tumbuhan
Preparat penampang melintang bahan (akar, batang, dan daun) diletakkan di bawah mikroskop


                                                                                                                                         
Preparat diamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat


bagian yang terlihat digambar dan diberi keterangan



V.            HASIL PENGAMATAN:
Tabel pengamatan jaringan pada hewan dan tumbuhan
No
Gambar  Pengamatan
Keterangan
1.
Jaringan Batang Ficus Elastica

1.      Epidermis
2.      Korteks
3.      Endodermis


Perbesaran: 40x
2.
Jaringan Otot Jantung
1.      Inti sel
2.      Sitoplasma
3.      Membran sel


Perbesaran: 400x
3.
Jaringan Ikat Padat Teratur
1.      Ruang antar sel
2.      Inti sel
3.      Membran sel


Perbesaran: 400x
4.
Jaringan Daun Bayam

1.      Epidermis
2.      Jaringan palisade
3.      Jaringan bunga karang
4.      Berkas pengangkut
5.      Epidermis bawah
Perbesaran: 400x
5.
Jaringan Akar Dikotil (Arachis Hypogea)
1.      Epidermis
2.      Korteks
3.      Floem
4.      Xilem
5.      Kambium
Perbesaran: 40x
6.
Jaringan Otot Lurik






Perbesaran: 40x
7.
Jaringan Daun Jagung
1.      Epidermis
2.      Korteks
3.      Jaringan pengangkut
4.      Xilem
5.      Floem
6.      Spons
7.      Stomata
Perbesaran: 40x
8.
Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur








Perbesaran: 40x
9.
Jaringan Batang Jagung

1.      Epidermis
2.      Korteks
3.      Berkas pengangkut


Perbesaran: 100x
10.
Jaringan Otot Polos





Perbesaran: 40x
11.
Jaringan Ikat Kendor

1.      Kolagen
2.      Fibrosa



Perbesaran: 100x
12.
Jaringan Akar Jagung
1.      Epidermis
2.      Berkas pengangkut



Perbesaran: 100x

VI.            PEMBAHASAN :

Pada praktikum yang berjudul “Mempelajari Jaringan Pada Hewan Dan Tumbuhan” ini, kami mengamati 12 preparat awetan yang terdiri dari 6 preparat awetan pada jaringan hewan dan 6 preparat awetan pada jaringan tumbuhan. Untuk mempermudah dalam pembahasan maupun pemahaman, saya akan membahas hasil pengamatan preparat awetan hewan terlebih dahulu.
Yang pertama mengenai jaringan otot, pada pengamatan ini kita mengamati struktur histologi  otot lurik. Pada sepanjang otot lurik ini terdapat daerah terang dan daerah gelap sehingga disebut otot lurik. Otot ini melekat pada rangka sehingga juga disebut sebagai otot rangka, seperti otot pada lengan manusia. Struktur histologi otot lurik berbentuk memanjang dan agak silindris, otot ini bekerja dibawah kesadaran manusia atau dalam kata lain aktifitasnya dapat dikontrol sehingga memiliki banyak inti di bagian tepi, intinya berbentuk agak lonjong. Karena pada pengamatan perbesarannya hanya 40x sehingga tidak nampak jelas inti dari otot lurik ini.
Pengamatan yang menggunakan preparat awetan jaringan otot polos ini menunjukkan bahwa otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Sel otot polos berbentuk gelendong dan memilki ujung yang agak lancip. Terdapat satu inti yang berbentuk lonjong. Otot polos ini biasanya terdapat di organ dalam hewan seperti pada pencernaan.
Selanjutnya kita mengamati struktur histologi otot jantung dengan menggunakan preparat awetan jaringan otot jantung. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Jaringan otot jantung berbentuk silindris memanjang serta memiliki percabangan yang membedakannya dengan otot-otot yang lain. Jumlah percabangan pada otot jantung yang banyak menyebabkan otot jantung tampak bertumpuk-tumpuk sehingga percabangan itu tidak tampak jelas. Inti sel jantung terletak di bagian tengah. Otot jantung bekerja secara tidak sadar (involunter) sehingga lambat terhadap rangsang namun memilki keistimewaan yaitu tidak mudah lelah. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung.
Yang kedua mengenai jaringan ikat, pada pengamatan ini diamati jaringan ikat padat teratur , jaringan ikat padat tidak teratur dan jaringan ikat longgar. Perbesaran yang digunakan untuk mengamati preparat awetan jaringan ikat padat teratur adalah sebesar 400x. Karena perbesarannya yang cukup besar, kami dapat membedakan beberapa bagian dari jaringan ikat padat teratur ini. Bagian-bagiannya yaitu ruang antar sel, inti sel dan membrane sel. Yang tampak jelas adalah serabut-serabutnya yang teratur. Bentuk jaringan ini seperti tendon yang berfungsi sebagai tempat perlekatan otot dan tulang serta sebagai tempat persendian.  
Hasil pengamatan preparat awetan jaringan ikat padat tidak teratur  ini menunjukkan serabut-serabut yang letaknya tidak beraturan. Oleh karena itu jaringan ini disebut jaringan padat tidak teratur. Untuk bagian-bagian jaringan ikat padat tidak teratur  tidak terlihat jelas karena perbesarannya hanya 40x tetapi berdasarkan sumber yang saya dapatkan, pada jaringan ikat padat tidak teratur terdapat bagian-bagian berupa makrofag, serabut kolagen, fibrosit, dan jaringan adipose. Makrofag yang fungsi dan lokasinya mempengaruhi bentuknya. Sel-sel fibrosit yang berfungsi dalam aktivitas fibroblast dalam mengsekresi protein tampak seperti bulan sabit denga inti bulat telur, besar, kromatin halus, nucleus, dengan tonjolan sitoplasma yang tidak teratur.
Bagian yang teramati pada preparat awetan jaringan ikat longgar ini adalah kolagen dan fibrosa. Jika diamati di bawah mikroskop tampak jelas perbedaan jaringan ikat padat dan longgar yaitu pada serabut-serabutnya. Pada jaringan ikat longgar ini serabutnya jarang sedangkan pada jaringan ikat padat serabutnya bertumpuk-tumpuk. Jaringan ikat terdapat hampir semua bagian mikroskopik tubuh karena merupakan materi pembungkus. Fungsi utamanya mengikat jaringan tubuh agar bersatu dan sekaligus memungkinkan gerakan diantara mereka.
Selanjutnya adalah hasil pengamatan preparat awetan pada jaringan tumbuhan. Jaringan pertama yang akan dibahas adalah daun. Daun merupakan tempat fotosintesis. Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis, daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). Bila kita mengamati preparat awetan daun Zea mays, maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut.  Pengamatan preparat awetan daun Zea mays ini dilakukan di bawah mikroskop dengan  perbesaran 40x. Antara epidermis dan penyusun jaringan mesofil terlihat sangat jelas sehingga dapat dibedakan bagian-bagiannya Pada daun monokotil ini kami dapat menemukan jaringan epidermis, korteks, jaringan pengangkut, xilem, floem, jaringan spon, dan stomata.
Permukaan daun bagian atas memiliki selapis jaringan pelindung (jaringan epidermis) yang tidak mengandung klorofil. Pada lapisan epidermis ini terdiri atas sel-sel berukuran besar yang rapat dengan dinding sel yang tebal, serta tidak ditemukan adanya stomata. Lapisan epidermis bagian atas memiliki penebalan lapisan lilin atau semacam kutikula sebagai pelidung kedap air. Stomata hanya ditemukan tersebar pada permukaan daun bagian bawah.  Penyusun jaringan mesofil pada daun Zea mays memiliki fungsi masing-masing yang jelas. Misalnya xilem yang berfungsi menyalurkan air dan garam mineral ke seluruh tubuh tumbuhan. Sedangkan floem menyalurkan hasil fotosintesis juga ke seluruh tubuh tumbuhan.
Preparat awetan jaringan daun yang kedua adalah preparat awetan jaringan daun bayam. Sama halnya dengan pengamatan preparat awetan daun Zea mays, pengamatan daun bayampun tampak jelas sehingga kami dapat membedakan bagian-bagiannya. Pada pengamatan daun bayam yang dilakukan dibawah mikroskop dengan  perbesaran 400x, dapat kami temukan jaringan epidermis bagian atas, jaringan palisade, jaringan bunga karang, berkas pengangkut, dan jaringan epidermis bagian bawah. Yang membedakan antara daun monokotil dan dikotil adalah adanya jaringan palisade.
Jaringan kedua pada tumbuhan yang akan dibahas adalah jaringan batang yaitu batang Zea mays dan Ficus elastica. Pada preparat awetan batang monokotil Zea mays digunakan perbesaran 100x. Pada awetan tersebut terdapat epidermis yang letaknya ada pada lapisan terluar pada sel batang jagung. Epidermis pada batang monokotil terdiri dari selapis sel, fungsi epidermis pada batang monokotil ialah untuk melindugi jaringan-jarigan yang ada didalam dan untuk menjaga agar tumbuhan tersebut tidak kehilangan air.
            Selain jaringan epidermis, jaringan yang teramati ialah korteks. Korteks pada monokotil merupakan lapisan pada batang yang dekat dengan epidermis berfungsi untuk menguatkan batang tumbuhan tersebut. Setelah korteks lapisan berikutnya ialah stele, tumbuhan monokoil tidak mempunyai batas yang jelas antara korteks dan stele. Selain itu pada stele terdapat berkas pengangkut, tipe berkas pengangkut pada tumbuhan monokotil dinamakan koleteral tertutup sebab diatara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Akibatnya ialah tumbuhan monokotil tidak dapat melakukan pertumbuhan secara sekunder. Dari hasil yang kami amati, berkas pengangkut tersebar diseluruh empulur.
Preparat awetan yang kedua tentang jaringan batang adalah preparat awetan Ficus elastica. Pada hasil pengamatan didapatkan bagian-bagiannya yaitu epidermis, korteks, dan endodermis. Fungsi epidermis dan korteks pada tumbuhan monokotil ataupun dikotil sama. Yang membedakan adalah srukturnya, maksudnya tumbuhan dikotil mempunyai batas yang jelas antara korteks dan stele. Selain itu tipe berkas pengangkut monokotil dan dikotil berbeda.
Jaringan tumbuhan ketiga yang diamati adalah jaringan akar. Preparat awetan untuk monokotil ialah Zea mays, sedangkan untuk tumbuhan dikotil ialah Arachis hypogea. Pada akar monokotil dan dikotil terdapat beberapa jaringan diantaranya epidermis akar yang  tersusun atas selapis sel, dinding sel epidermis tipis dan biasanya terdapat kutikula. Jaringan selanjutnya ialah korteks,korteks dibangun oleh sel-sel parenkim yang berdindig tipis, sel tersebut tidak tersusun secara rapat sehingga memudahkan air dan garam mineral bergerak melalui korteks, sel-sel korteks mengandung butir-butir pati sehingga fungsinya dikaitkan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Jaringan selanjutnya ialah endodermis, endodermis ialah selapis sel yang membatasi korteks dan stele akan tetapi pada tumbuhan monokotil tidak jelas perbatasan antara korteks dan stele. Endodermis ini berfungsi mengatur masuknya garam-garam mineral ke stele. Stele terdiri dari jaringan pembuluh dan jaringan penunjang, bagian yang paling utama ialah berupa jaringan pembuluh yaitu xylem dan floem. Pada akar dikotil (Arachis hypogea) floem dan xylem membentuk bintang sedangkan pada akar monokotil (Zea mays) floem dan xylem menyebar. Ini terbukti pada hasil pengamatan.
Dari pembahasan di atas dan hasil browsing, dapat kita ketahui beberapa perbedaan antara jaringan hewan dan jaringan tumbuhan:
1.      Jaringan pada tumbuhan dapat memiliki fungsi spesifik misal xylem dan floem sedangkan pada hewan tidak.
2.      Jaringan struktural pada hewan menggunakan mineral kalsium (proses kalsifikasi/pengapuran) sedangkan jaringan struktural pada tumbuhan menggunakan lignin.
3.      Tidak terdapat jaringan pada tumbuhan yang analog dengan jaringan saraf pada hewan.
4.      Pada hewan terdapat jaringan-jaringan pembentuk organ pencernaan untuk memecah makromolekul menjadi monomer-monomernya, kebalikannya pada tumbuhan terdapat jaringan mesofil daun yang membentuk makromolekul dari molekul-molekul sederhana yang diperoleh dari akar (misal air, zat-zat hara) dan udara (CO2).


VII.            KESIMPULAN :
1.      Jaringan penyusun pada hewan terdapat  4 jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
2.      Jaringan penyusun pada tumbuhan yaitu jaringan meristem, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, dan jaringan pengangkut.






DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Jaringan otot. http://www.tembolok.com/. [Diakses tanggal 4 April 2013].
Campbell, N. A. Reeca. Jane B. Mitchell. Lawrence G. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid III. Erlangga. Jakarta.
Haryono, setyo. 2009. Modul biologi jaringan hewan. Semarang: Universitas negeri semarang.
Junqueira luis C. dan Carneiro jose. 1991. Histologi Dasar Edisi 3. Jakarta: EGC.
Parjatmo, widjoyo. 1999. Materi Pokok 2 Mengenal Jaringan Hewan. Jember: Universitas terbuka.
Sutrian, yayan. 1992. Pengantar Anatomi tumbuh-tumbuhan tentang sel dan jaringan. Jakarta: Rineka Cipta.
Utomo, Ibnu B. 1999. Materi Pokok 7 Jaringan. Jember: Universitas Terbuka.
Waluyo, joko. 2010. Biologi Umum. Jember: Universitas Jember.