Powered by Blogger.

Thursday, May 30, 2013

PRO DARWIN tentang “EVOLUSI JERAPAH dan EVOLUSI BURUNG FINCH”

NAMA             : ALFIAH ISLAMIAH
KELAS            : XII A4
NO. ABSEN    : 04
MATERI           : PRO DARWIN tentang “EVOLUSI JERAPAH dan EVOLUSI BURUNG FINCH”

Masalah 1:
Teori evolusi jerapah
Alasan-alasan yang mendukung teori evolusi Darwin yang membahas mengenai “Evolusi Jerapah”.
Darwin berpendapat “Perubahan panjang leher jerapah itu disebabkan karena adanya seleksi alam”.
Hipotesa Darwin tersebut dapat didukung dengan berbagai alasan, diantaranya:
1.      Tidak ada dua individu yang sama.
Hal ini dapat kita amati bersama, seperti yang kita ketahui bahwa perbedaan akan selalu tampak walaupun kedua individu tersebut tergolong dalam satu spesies. Misalnya saja kita lihat dua orang yang kembar pasti memiliki perbedaan. Jadi walaupun satu keturunan, spesies tersebut memiliki sifat-sifat yang bervariasi.
Pada kasus diatas kita melihat bahwa leher jerapah memiliki panjang yang bervariasi. Tentu saja perubahan ini berlangsung dari generasi ke generasi dalam waktu yang sangat lama.

2.      Setiap populasi berkecenderungan untuk bertambah.
Hal ini mudah sekali diamati karena setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk berkembang biak. Kita ketahui bahwa satu bakteri dapat berkembang biak menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya.

3.      Untuk berkembang biak perlu adanya makanan.
Setiap individu harus memenuhi segala kebutuhannya, mulai dari makan,air, tempat hidup, dan lain sebagainya.
Dapat kita lihat pada gambar nomor 2, bahwa jerapah berleher pendek tidak dapat menambah jumlah populasinya. Hal ini dikarenakan, jerapah berleher pendek tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan makanannya sehingga tidak dapat berkembang biak.

4.      Nah, inilah yang dinamakan seleksi alam. Alam mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang yang ada di dalamnya. Hanya individu-individu yang dapat menyesuaikan diri dengan alam yang akan terus hidup, sedangkan yang tidak akan musnah.
Dan pada gambar nomor 3, dapat dilihat hanya jerapah yang berleher panjang saja yang dapat melanjutkan kehidupannya sampai sekarang. Itulah yang menjadi bukti bahwa makhluk hidup selalu beradaptasi dengan lingkungannya.

Menurut pendapat saya, apa yang di ungkapkan oleh Darwin telah dapat di buktikan. Bahwa 1 spesies jerapah memiliki lebih dari 1 varian. Dalam hal ini Darwin memisalkan dalam 2 varian yaitu, jerapah leher panjang dan jerapah leher pendek. Jadi jika 2 varian tersebut bereproduksi maka akan menghasilkan jerapah leher panjang  atau jerapah leher pendek atau jerapah varian lain.

           


Masalah 2:
Teori evolusi burung finch
Keragaman burung finch di Pulau Galapagos menginspirasi Charles Darwin untuk mengembangkan konsep evolusi yang mendasarkan pada seleksi alam perubahan fisik dapat diamati pada makhluk hidup yang berpindah habitat atau mengalami perubahan iklim sehingga harus menemukan sumber makanan baru sehingga memiliki perbedaan bentuk paruh. Dan hal tersebut benar-benar terbukti dan berhasil diamati.
Saya setuju bahwa evolusi burung finch memang terjadi akibat pengaruh lingkungan. Darwin sering menyebutnya sebagai seleksi alam. Seleksi alam adalah satu satunya alasan logis yang dapat menjelaskan perbedaan antara paruh burung finch di pulau satu dan pulau lainnya. Hal ini juga sesuai dengan ungkapan Robert C. Fleischer, seorang pakar genetika di Museum Sejarah Alam dan Kebun Binatang Nasional Smithsoniam, “Umumnya, perubahan fisik dapat diamati pada makhluk hidup yang berpindah habitat atau mengalami perubahan iklim sehingga harus menemukan sumber makanan baru,". Selain itu dapat diperkuat oleh teori bahwa "Perubahan ukuran paruh menunjukkan bahwa persaingan untuk memperoleh jenis makanan dapat mendorong evolusi," kata penelitinya Peter Grant dari Universitas Princeton.

Jadi kesimpulannya saya mendukung kebenaran bahwa evolusi berangsur angsur dalam waktu lama oleh burung finch memunculkan variasi baru paruh burung finch akibat seleksi alam.



Garis dan Sudut

Matematika "Garis dan Sudut"

Rangkuman
  • Suatu sudut dapat terbentuk dari suatu sinar yang diputar pada pangkal sinar. Sudut dinotasikan dengan .
    Untuk menyatakan besar suatu sudut digunakan satuan derajat (°), menit ('), dan detik ("), dimana
  • Sudut yang besarnya 90° disebut sudut siku-siku.
    Sudut yang besarnya 180° disebut sudut lurus.
    Sudut yang besarnya antara 0° dan 90° disebut sudut lancip.
    Sudut yang besarnya antara 90° dan 180° disebut sudut tumpul.
    Sudut yang besarnya lebih dari 180° dan kurang dari 360°
    disebut sudut refleks.
  • – Jumlah dua sudut yang saling berpelurus (bersuplemen) adalah 180°. Sudut yang satu merupakan pelurus dari sudut yang lain.
    – Jumlah dua sudut yang saling berpenyiku (berkomplemen) adalah 90°. Sudut yang satu merupakan penyiku dari sudut yang lain.
    – Jika dua garis berpotongan maka dua sudut yang letaknya saling membelakangi titik potongnya disebut dua sudut yang saling bertolak belakang. Dua sudut yang saling bertolak belakang adalah sama besar.
  • Kedudukan dua garis
    – Dua garis atau lebih dikatakan sejajar apabila garis-garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan tidak akan pernah bertemu atau berpotongan jika garis tersebut diperpanjang sampai tak berhingga.
    – Dua garis dikatakan saling berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan mempunyai satu titik potong.
    – Dua garis dikatakan saling berimpit apabila garis tersebut terletak pada satu garis lurus, sehingga hanya terlihat satu garis lurus saja.
    – Dua garis dikatakan bersilangan apabila garis-garis tersebut tidak terletak pada satu bidang datar dan tidak akan berpotongan apabila diperpanjang.
  • Hubungan antarsudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain
    – Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, akan terbentuk empat pasang sudut sehadap yang besarnya sama.
    – Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain, besar sudut-sudut dalam berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
    – Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka besar sudut-sudut luar berseberangan yang terbentuk adalah sama besar.
    – Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut dalam sepihak adalah 180°.
    – Jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlah sudut-sudut luar sepihak adalah 180°.